Aktifitas Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengolahan Ikan di Desa Labuan Pandan

  • Jumat, 25 Januari 2019 - 21:17:42 WIB
  • Administrator
Aktifitas Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengolahan Ikan di Desa Labuan Pandan

Kamis(16/01), TIM KKN PPM UGM bersama dengan dua kelompok Poklahsa, telah selesai melakukan demo memasak terakhir acara demo memasak empat olahan ikan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dicanangkan oleh mahasiswa Klaster Agro Universitas Gadjah Mada dengan bertujuan memberikan ide pengolahan ikan untuk mendorong sektor ekonomi mikro di desa Labuan Pandan.

 

Kegiatan diwarnai dengan antusiasme penuh oleh warga sekitar. Hal tersebut terlihat pada pra acara dan pada kegiatan dilakukan. Dua kelompok Pengolahan dan Pemasaran Ikan (Poklahsar), Kelompok Mawar Merah dan Mawar Berduri, Desa Labuan Pandan berkumpul di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pada pagi hari untuk melengkapi alat memasak yang mereka bawa dari rumah, seperti nampan, blender, hingga kompor.

Setelah kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Sahnan selaku kepala desa dan Pahruddin selaku Penyuluh Perikanan kecamatan Sambelia, peserta acara langsung mengambil posisi untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Peserta yang semuanya adalah ibu-ibu mengikuti langkah-langkah yang di instruksikan oleh mahasiswa KKN PPM UGM dengan seksama.

Materi yang diberikan terdiri dari empat resep olahan ikan. Dalam satu hari, peserta mempraktekkan dua resep, yaitu sate lilit dan abon ikan pada hari pertama, serta kripik dan nugget ikan pada hari kedua. Ikan yang dipakai pada workshop ini adalah ikan Bengkunis.

Sesuai dengan tujuan dilakukannya kegiatan ini, olahan makanan yang diajarkan kepada peserta merupakan resep pilihan yang dianggap memiliki kesempatan jual yang tinggi. Sate lilit dan nugget ikan adalah olahan baru yang belum ada pengolahannya di desa Labuan Pandan. Sedangkan keripik dan abon ikan merupakan olahan ikan yang mampu bertahan ddi waktu yang lama, sehingga diharapkan dapat diproduksi dan dijual ke wilayah yang lebih luas.

“Tentu saja kegiatan demo memasak ini sangat bermanfaat mengingat pengolahan ikan dapat meningkatkan daya jual ikan.” Ungkap Sahnan. “Uang hasil penjualan olahan ini kan dapat membantu perekonomian keluarga.” tambahnya.

Kamis(16/01), TIM KKN PPM UGM bersama dengan dua kelompok Poklahsa, telah selesai melakukan demo memasak terakhir acara demo memasak empat olahan ikan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dicanangkan oleh mahasiswa Klaster Agro Universitas Gadjah Mada dengan bertujuan memberikan ide pengolahan ikan untuk mendorong sektor ekonomi mikro di desa Labuan Pandan.

 

Kegiatan diwarnai dengan antusiasme penuh oleh warga sekitar. Hal tersebut terlihat pada pra acara dan pada kegiatan dilakukan. Dua kelompok Pengolahan dan Pemasaran Ikan (Poklahsar), Kelompok Mawar Merah dan Mawar Berduri, Desa Labuan Pandan berkumpul di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pada pagi hari untuk melengkapi alat memasak yang mereka bawa dari rumah, seperti nampan, blender, hingga kompor.

Setelah kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Sahnan selaku kepala desa dan Pahruddin selaku Penyuluh Perikanan kecamatan Sambelia, peserta acara langsung mengambil posisi untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Peserta yang semuanya adalah ibu-ibu mengikuti langkah-langkah yang di instruksikan oleh mahasiswa KKN PPM UGM dengan seksama.

Materi yang diberikan terdiri dari empat resep olahan ikan. Dalam satu hari, peserta mempraktekkan dua resep, yaitu sate lilit dan abon ikan pada hari pertama, serta kripik dan nugget ikan pada hari kedua. Ikan yang dipakai pada workshop ini adalah ikan Bengkunis.

Sesuai dengan tujuan dilakukannya kegiatan ini, olahan makanan yang diajarkan kepada peserta merupakan resep pilihan yang dianggap memiliki kesempatan jual yang tinggi. Sate lilit dan nugget ikan adalah olahan baru yang belum ada pengolahannya di desa Labuan Pandan. Sedangkan keripik dan abon ikan merupakan olahan ikan yang mampu bertahan ddi waktu yang lama, sehingga diharapkan dapat diproduksi dan dijual ke wilayah yang lebih luas.

“Tentu saja kegiatan demo memasak ini sangat bermanfaat mengingat pengolahan ikan dapat meningkatkan daya jual ikan.” Ungkap Sahnan. “Uang hasil penjualan olahan ini kan dapat membantu perekonomian keluarga.” tambahnya.

Kamis(16/01), TIM KKN PPM UGM bersama dengan dua kelompok Poklahsa, telah selesai melakukan demo memasak terakhir acara demo memasak empat olahan ikan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dicanangkan oleh mahasiswa Klaster Agro Universitas Gadjah Mada dengan bertujuan memberikan ide pengolahan ikan untuk mendorong sektor ekonomi mikro di desa Labuan Pandan.

 

Kegiatan diwarnai dengan antusiasme penuh oleh warga sekitar. Hal tersebut terlihat pada pra acara dan pada kegiatan dilakukan. Dua kelompok Pengolahan dan Pemasaran Ikan (Poklahsar), Kelompok Mawar Merah dan Mawar Berduri, Desa Labuan Pandan berkumpul di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pada pagi hari untuk melengkapi alat memasak yang mereka bawa dari rumah, seperti nampan, blender, hingga kompor.

Setelah kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Sahnan selaku kepala desa dan Pahruddin selaku Penyuluh Perikanan kecamatan Sambelia, peserta acara langsung mengambil posisi untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Peserta yang semuanya adalah ibu-ibu mengikuti langkah-langkah yang di instruksikan oleh mahasiswa KKN PPM UGM dengan seksama.

Materi yang diberikan terdiri dari empat resep olahan ikan. Dalam satu hari, peserta mempraktekkan dua resep, yaitu sate lilit dan abon ikan pada hari pertama, serta kripik dan nugget ikan pada hari kedua. Ikan yang dipakai pada workshop ini adalah ikan Bengkunis.

Sesuai dengan tujuan dilakukannya kegiatan ini, olahan makanan yang diajarkan kepada peserta merupakan resep pilihan yang dianggap memiliki kesempatan jual yang tinggi. Sate lilit dan nugget ikan adalah olahan baru yang belum ada pengolahannya di desa Labuan Pandan. Sedangkan keripik dan abon ikan merupakan olahan ikan yang mampu bertahan ddi waktu yang lama, sehingga diharapkan dapat diproduksi dan dijual ke wilayah yang lebih luas.

“Tentu saja kegiatan demo memasak ini sangat bermanfaat mengingat pengolahan ikan dapat meningkatkan daya jual ikan.” Ungkap Sahnan. “Uang hasil penjualan olahan ini kan dapat membantu perekonomian keluarga.” tambahnya.

  • Jumat, 25 Januari 2019 - 21:17:42 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya